This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

Dia, Salsabila (cerpen)

            Saya adalah manusia. Ya, manusia. Namun tidak semua orang di sekitar saya mengakui bahwa saya adalah manusia. Entahlah, mereka yang pintar, terlalu pintar, atau justru bodoh. Saya tidak terlalu peduli dengan mereka yang mengaku sebagai manusia, namun tidak mempunyai naluri seperti manusia. Mereka yang selalu dan selalu mengucilkan saya entah apa sebabnya, dan saya juga tidak mau tahu dengan sebabnya, saya tidak peduli. Karena menurut saya, saya punya anggota tubuh yang lengkap, berjalan selayaknya manusia, mempunyai akal dan perasaan, lantas, mengapa mereka tidak menganggap saya manusia seperti mereka? Dan satu lagi, saya juga memiliki nafsu sama seperti mereka.
0 komentar

Sabtu Malam (Cerpen)

SABTU MALAM

            Sabtu malam musik keras tiba-tiba menyeruak. Saat itu masih pukul tujuh malam, seharusnya suasana masih sunyi di ruangan itu. Yang ada hanya para pegawai yang membersihkan ruangan, para penari sedang bermakeup, dan saya sedang melamun. Tapi semua itu tidak berlaku malam ini, musik keras sudah memekakan telinga, ruangan sudah penuh dengan manusia, para penari sudah meliukan badannya, kecuali saya yang tetap melamun. Malam itu ada artis yang menjadi bintang tamu, malam itu semua siap, sangat siap.
            Malam itu, di ruangan itu saya sendiri (kembali sendiri). Saya tak peduli. Saya merokok. Saya minum. Saya berjoget. Saya minum. Saya merokok. Saya limbung. Saya tumbang. Untuk pertama kalinya saya tumbang. Memalukan. Mereka melihat saya. Mereka tertawa. Saya tertawa. Kami semua tertawa. Tapi tetap, saya tak mampu bangkit.
            Malam itu, sabtu malam pukul sepuluh malam. Saya belum tumbang. Dan saya masih melamun. Saya belum merokok dan minum. Saya masih sadar. Dan saya tidak sendiri. Saya bersama seorang lelaki. Lekaki tampan dengan jins dan kemeja khasnya, dia berantakan tapi rapi. Sedangkan saya, memakai dress pendek atas lutut 15 cm, tak berlengan dan memiliki belahan dada, membuat liur sedikit demi sedikit keluar dari mulut lelaki. Sungguh seksi. Kami pasangan serasi. Dia mengajakku meliukan badan di tengah-tengah keramaian manusia ruangan itu. Ini kesukaan saya. Dia memberi saya minuman, yang saya tahu kemudian bahwa itu adalah whiskey. Sampai akhirnya pandangan saya kabur. Dia berjalan menjauhi saya, dan.
0 komentar