Rasa kesendirianku pun makin terasa
Malam kian larut
Namun mataku tak kunjung hendak terpejamkan
Bayang-bayang masa itu hadir
Justru yang menemaniku dalam kesendirianku
Kurindu kabutku..
yang mampu menghangatkanku dengan dingin tubuhnya
Kurindu kabutku..
yang mampu membuat tawa dengan tatapannya
Kurindu kabutku..
yang bisa buatku terlelap dengan buaian lembutnya
Kurindu kabutku..
yang menemaniku di kalaku sendiri
Seperti ini
0
komentar
Sunyi
Label: puisi
Sunyi.. Sepi..
Badai menyerbu malam kelam
Lalu sepi
Hanya lolongan anjing menemani sepi
Gesekan angin pada rerumputan menambah
Bagai musik temani sepi
Suara jangkrik menusuk kuping
Bagai alunan lagu tanpa nada
Sekali lagi
Sunyi.. Sepi..
0
komentar
Diposting oleh
Mega Ayuu Puspitaa
di
22.23
Lihat
Label: puisi
Lihatlah!
Lihat
kaki-kaki mungil itu
Bertelanjang
menghitung kerikil jalan
Lihatlah
kaki itu
Menyeret
tanah meski terluka
Kaki-kaki
tak berdosa namun sengsara
Lihatlah!
Kaki-kaki
raksasa itu
Menghentak
bumi hingga terguncang
Meretakkan
aspal jalanan, namun tak telanjang
Kaki-kaki
berdosa namun berbahagia
0
komentar
Diposting oleh
Mega Ayuu Puspitaa
di
22.18
"Dia"
Label: puisi
“Dia”
“dia”
datang lalu lalang,
Menampar
keras wajah hingga terjerembap
Mencabik,
merasuki jiwa hingga merana
Tak
satupun kuasa menahan
Sayatan-sayatan
lembut membuat hati teriris lebih dalam
Tubuh
meronta namun tak kuasa
Titik
air mengintip dari sela-sela garis mungil itu
“dia”
tertawa dengan bangganya
Mengikis
jiwa raga, hati dan pikiran
Merona
warna hitam pekat
Tak
ada cahaya
Tak
ada asa
Lagi-lagi,
“dia” tertawa dengan bangganya
Asal Mula Kota Purwokerto
Label: tulisan
Babad Purwokerto bermula dari peristiwa pemberontakan Cina atau “Geger Pecinan” saat itu banyak pembesar keraton Surakarta lari meninggalkan keraton. Mereka berlari mencapai tempat yang aman.ada yang lari kearah timur,ke arah barat,atau bahkan tanpa arah dan tujuan.mereka pergi tanpa bekal sehingga banyak yang sakit.bahkan ada yang meninggal dalam perjalanan.Kanjeng Sunan Pakubuwana II termasuk yang lari ke arah timur dan pengikutnya.sampai di sebuah desa,beliau beristirahat di bawah pohon mangga.Beliau makan buahnya untuk menghilangkan rasa haus dan lapar.Daerah itu oleh Kajeng Sunan diberi nama Pelem Wulung.Pelem artinya mangga dan Wulung berwarna Wulung.Daerah itu sekarang dikenal “Premulung” yang berasal dari pelem wulung.
0
komentar
Diposting oleh
Mega Ayuu Puspitaa
di
04.55
Langganan:
Postingan (Atom)



