This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

Kata Sahabat




Menulis... menulis... menulis...
Berkarya... berkarya.. berkarya...
Kubuka buku catatanku
Kututup kembali
Kubuka mesin pengetikku
Kututup kembali
Kuambil secarik kerttas
Kuremukkan, lalu kubuang ia begitu saja
tanganku digait, kulihat sahabatku di sana
Suaranya menggugah hati dan pikiranku
"..manusia diciptakan untuk berkarya.."
Lalu kuambil secarik kertas
Kunodai ia dengan tinta berisi karyaku

0 komentar

Kurindu Kabutku

Rasa kesendirianku pun makin terasa
Malam kian larut
Namun mataku tak kunjung hendak terpejamkan
Bayang-bayang masa itu hadir
Justru yang menemaniku dalam kesendirianku
Kurindu kabutku..
yang mampu menghangatkanku dengan dingin tubuhnya
Kurindu kabutku..
yang mampu membuat tawa dengan tatapannya
Kurindu kabutku..
yang bisa buatku terlelap dengan buaian lembutnya
Kurindu kabutku..
yang menemaniku di kalaku sendiri
Seperti ini 0 komentar

Sunyi

Sunyi.. Sepi..
Badai menyerbu malam kelam
Lalu sepi
Hanya lolongan anjing menemani sepi
Gesekan angin pada rerumputan menambah 
Bagai musik temani sepi
Suara jangkrik menusuk kuping
Bagai alunan lagu tanpa nada
Sekali lagi
Sunyi.. Sepi.. 
0 komentar

Lihat




Lihatlah!
Lihat kaki-kaki mungil itu
Bertelanjang menghitung kerikil jalan
Lihatlah kaki itu
Menyeret tanah meski terluka
Kaki-kaki tak berdosa namun sengsara
Lihatlah!
Kaki-kaki raksasa itu
Menghentak bumi hingga terguncang
Meretakkan aspal jalanan, namun tak telanjang
Kaki-kaki berdosa namun berbahagia
0 komentar

Pertemuan Terakhir


Kekuatan, Waktu dan Cinta...

0 komentar

"Dia"


“Dia”

“dia” datang lalu lalang,
Menampar keras wajah hingga terjerembap
Mencabik, merasuki jiwa hingga merana
Tak satupun kuasa menahan
Sayatan-sayatan lembut membuat hati teriris lebih dalam
Tubuh meronta namun tak kuasa
Titik air mengintip dari sela-sela garis mungil itu
“dia” tertawa dengan bangganya                      
Mengikis jiwa raga, hati dan pikiran
Merona warna hitam pekat
Tak ada cahaya
Tak ada asa
Lagi-lagi, “dia” tertawa dengan bangganya



0 komentar

Asal Mula Kota Purwokerto


http://sdposis01.files.wordpress.com/2012/01/gatot-subroto-purwokerto2.jpg?w=227&h=207Babad Purwokerto bermula dari peristiwa pemberontakan Cina atau “Geger Pecinan” saat itu banyak pembesar keraton Surakarta lari meninggalkan keraton. Mereka berlari mencapai tempat yang aman.ada yang lari kearah timur,ke arah barat,atau bahkan tanpa arah dan tujuan.mereka pergi tanpa bekal sehingga banyak yang sakit.bahkan ada yang meninggal dalam perjalanan.
Kanjeng Sunan Pakubuwana II termasuk yang lari ke arah timur dan pengikutnya.sampai di sebuah desa,beliau beristirahat di bawah pohon mangga.Beliau makan buahnya untuk menghilangkan rasa haus dan lapar.Daerah itu oleh Kajeng Sunan diberi nama Pelem Wulung.Pelem artinya mangga dan Wulung berwarna Wulung.Daerah itu sekarang dikenal “Premulung” yang berasal dari pelem wulung.
0 komentar