Semua
ini berawal saat posisi ini membelitku. Dimana banyak pihak yang menarikku dari
arah yang berbeda, dan mendesakku dari arah yang berbeda pula. Terjepit, untuk
bernafas pun aku sulit, apalagi untuk bergerak bebas.
Sesungguhnya
aku berada dalam posisi netral. Tidak memberatkan salah satu pihak mana pun di
logikaku. Tapi, perasaan ini berkata lain. Aku berpihak pada pihak yang mana
memiliki sejarah yang sama denganku. Ya sosok itu.
Aku
tak mau terlanjur menggunakan perasaanku, aku tak mau buyar dikala semua ini
intim terjadi. Aku hanya ingin netral sampai akhirnya nanti, mungkin aku bisa
menggunakan perasaanku pada sosok itu. Sosok dimana yang selalu membuatku malu
untuk menangis di depannya, dan sosok yang mampu membuatku menangis sesaat
karenanya.
Tak
perlu, tak perlu aku bicara sosok itu. Tuhan tahu, dan manusia pun akan tahu
nanti bila memang diperbolehkan aku untuk menggunakan perasaanku ini. Di saat
semuanya tak lagi intim terjadi.
Ini
baru dari sedikit permulaan dari peristiwa yang mungkin panjang. Aku tak tahu
kelanjutan dari semua keintiman ini. Aku tak tahu bagaimana logika dan
perasaanku berjalan. Aku tak tahu begaimana sosok itu pun menggunakan keduanya
sepertiku. Aku tak tahu bagaimana semua ini akan berakhir.
*cinta
bukanlah cinta jika diucapkan. Namanya cinta jika mampu menyampaikannya*



0 komentar:
Posting Komentar