This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

PENGANTIN (Cerpen)

Pria mengatakan bahwa dia mencintai saya dengan sepenuh hati. Dia juga mengatakan bahwa hanya dialah yang mampu membuat saya jatuh cinta pada lelaki. Dia pun mengatakan bahwa hanya sayalah yang sanggup memuaskan segalanya untuk dia. Pada akhirnya dia pula lah yang mengatakan bahwa saya tidak pantas untuk dia, hanya karena kesalahan kecil pada saat kami bercinta.
0 komentar

MANUSIA BERPENIS (Cerpen)

Malam. Lelaki. Saya.
            Saya sendiri malam ini. Ditemani gemericik air keran kamar mandi yang saya biarkan terbuka untuk memecahkan kesunyian malam. Saya sendiri malam ini. Ditemani gongongan anjing sebelah rumah yang paham tentang kesendirianku malam ini. Saya sendiri malam ini. Ditemani bunyi detik jarum jam kamar saya yang semakin melambat karena baterai yang sudah sekarat. Ya. Saya sendiri malam ini.
Malam saya tidak lagi ditemani oleh seorang manusia yang mampu membuat saya panas seketika, meski hari sedang hujan lebat sekalipun. Malam saya tidak lagi ditemani oleh kicauan suara seorang manusia yang selalu membuat saya bising akibat lenguhan nikmatnya. Malam saya tidak lagi ditemani oleh rabaan halus seorang manusia yang mampu membuat saya orgasme tiga kali berturut-turut malam itu. Ya. Malam ketika saya tidak sendiri. Ketika seorang manusia berpenis menemani saya di kamar ini. Kamar dimana menjadi saksi kenikmatan kami berdua.
0 komentar

HARI SABTU (Cerpen Anak-Remaja)

Ketika itu hari sabtu, Andi sudah bersiap-siap memanasi motor milik sang kakak. Tentu tanpa sepengetahuan sang kakak, karena kakak Andi sedang berkemah di sekolahnya. Sabtu itu, Andi berencana akan bermain bersama kawan-kawan sebayanya ke suatu pantai di luar kota. Padahal, Andi masih duduk di kelas tiga SMP dan jelas belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Ibu Andi sudah melarangnya berkali-kali untuk tidak pergi jauh-jauh, namun karena kawan-kawan yang memaksa, Andi pun menuruti kemauan kawn-kawannya itu.
Pagi itu jam sudah menunjukkan angka enam tepat, Andi melajukan motornya menuju rumah Sinta, di sanalah rombongan kawan Andi berkumpul. Tidak ada satu pun dari mereka yang diizinkan oleh oerang tua masing-masing untuk pergi hari itu, terlebih Sinta, orang tua Sinta justru tidak mengetahui bahwa anaknya akan bepergian hari itu, karena orang tua Sinta sedang di luar kota. Setelah semua rombongan lengkap, berangkatlah mereka ke pantai yang dituju.
0 komentar

Dia, Salsabila (cerpen)

            Saya adalah manusia. Ya, manusia. Namun tidak semua orang di sekitar saya mengakui bahwa saya adalah manusia. Entahlah, mereka yang pintar, terlalu pintar, atau justru bodoh. Saya tidak terlalu peduli dengan mereka yang mengaku sebagai manusia, namun tidak mempunyai naluri seperti manusia. Mereka yang selalu dan selalu mengucilkan saya entah apa sebabnya, dan saya juga tidak mau tahu dengan sebabnya, saya tidak peduli. Karena menurut saya, saya punya anggota tubuh yang lengkap, berjalan selayaknya manusia, mempunyai akal dan perasaan, lantas, mengapa mereka tidak menganggap saya manusia seperti mereka? Dan satu lagi, saya juga memiliki nafsu sama seperti mereka.
0 komentar

Sabtu Malam (Cerpen)

SABTU MALAM

            Sabtu malam musik keras tiba-tiba menyeruak. Saat itu masih pukul tujuh malam, seharusnya suasana masih sunyi di ruangan itu. Yang ada hanya para pegawai yang membersihkan ruangan, para penari sedang bermakeup, dan saya sedang melamun. Tapi semua itu tidak berlaku malam ini, musik keras sudah memekakan telinga, ruangan sudah penuh dengan manusia, para penari sudah meliukan badannya, kecuali saya yang tetap melamun. Malam itu ada artis yang menjadi bintang tamu, malam itu semua siap, sangat siap.
            Malam itu, di ruangan itu saya sendiri (kembali sendiri). Saya tak peduli. Saya merokok. Saya minum. Saya berjoget. Saya minum. Saya merokok. Saya limbung. Saya tumbang. Untuk pertama kalinya saya tumbang. Memalukan. Mereka melihat saya. Mereka tertawa. Saya tertawa. Kami semua tertawa. Tapi tetap, saya tak mampu bangkit.
            Malam itu, sabtu malam pukul sepuluh malam. Saya belum tumbang. Dan saya masih melamun. Saya belum merokok dan minum. Saya masih sadar. Dan saya tidak sendiri. Saya bersama seorang lelaki. Lekaki tampan dengan jins dan kemeja khasnya, dia berantakan tapi rapi. Sedangkan saya, memakai dress pendek atas lutut 15 cm, tak berlengan dan memiliki belahan dada, membuat liur sedikit demi sedikit keluar dari mulut lelaki. Sungguh seksi. Kami pasangan serasi. Dia mengajakku meliukan badan di tengah-tengah keramaian manusia ruangan itu. Ini kesukaan saya. Dia memberi saya minuman, yang saya tahu kemudian bahwa itu adalah whiskey. Sampai akhirnya pandangan saya kabur. Dia berjalan menjauhi saya, dan.
0 komentar

Permainan Pembalasan (Cerpen)

Tangannya dengan sigap membuka seluruh kancing yang ada di bagian depan tubuh gadis mungil itu. Terlihat sorot tak berdaya dari mata sang gadis, merasa tak nyaman, namun tak sanggup menolak. Hanya bisa pasrah, menuruti apa kehendak sang lelaki itu.
Kancing bajupun telah terlepas semua, dan yang terlihat sekarang adalah bra sang gadis beserta isinya. Wajah bernafsu tinggi itupun langsung menubruk sang gadis hingga ia terbentur oleh tembok di belakangnya. Namun lelaki itu tak menghiraukan aduhan sang gadis. Ia hanya terus melahap habis apa yang ada dihadapannya itu. Yap! Buah dada padat berisi milik sang gadis.
Ia remas-remas, ia jilati puting susunya, dan ia sedot kulit buah dada yang putih bersih itu sampai menanggalkan bekas merah keunguan, karena terlalu lama disedot. Kini tangan sang lelaki menjamah bagian bawah sang gadis. Dengan pasti, ia membuka resleting belakang rok sang gadis hingga robek, saking kerasnya ia membuka paksa.
0 komentar

LUCY (cerpen)

LUCY
Manusia. Manusia di dunia ini tidak ada yang sempurna. Lebih tepatnya, tidak ada yang jujur. Kejujuran sama sekali tidak dimiliki oleh manusia mana pun di dunia ini. Jangankan untuk orang lain, untuk diri sendiri pun manusia tidak mampu jujur. Entah apa yang membuat manusia tidak jujur, saya pun tidak mengerti (walau pun saya juga manusia).
            Saya mempunyai sahabat yang sangat saya cintai melebihi apa pun di dunia ini. Piki. Saya sendiri lupa sejak kapan saya mencintai dia melebihi apa pun di dunia ini, dan saya juga tahu dia pun mencintai saya (meski kami sesama perempuan). Dan dia manusia, sama seperti saya. Dia juga tidak jujur, sama seperti manusia lainnya. Namun tidak seperti Cyta, seorang perempuan berwajah cantik, manis, dan lembut. Entah sejak kapan ia terus mengikuti saya kemana pun saya pergi. Dia pun mencintai saya, meski dia bukan manusia. Dan dia bukan pembohong seperti manusia, untuk itu saya percaya terhadapnya.
0 komentar